Memprihatinkan, Mei 2016 Dua Orang Utan Mati Terbunuh

Satu di antara 2 ekor Orang Utan yang mati di Kutai Timur saat ditemukan Tim COP mengapung di Sungai. (foto:COP)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Tim reaksi cepat Centre for Orangutan Protection (COP) Indonesia pada Kamis (12/5/2016) siang mendatangi kantor BKSDA Kaltim Untuk melaporkan hasil visum terhadap Orang Utan yang ditemukan tewas di Sungai Sangatta beberapa waktu lalu.

Paulinus Kristianto Koordinator Tim reaksi Cepat COP mengatakan bahwa dari hasil visum tersebut, petugas medis menemukan banyak luka di bagian tubuh Orang Utan tersebut, bahkan saat ditemukan warga, Orang Utan itu diperkirakan sudah  satu minggu mati.

“Berdasarkan hasil visum, kami menemukan banyak luka di tubuh orangutan itu. Bahkan berdasarkan analisis tim kami, sebelum ditemukan warga Orang Utan itu sudah meninggal antara 5-7 hari,” ujar Paulinus di kantor BKSDA Kaltim.

Sebelumnya pada 1 Mei lalu, warga menemukan seekor Orang Utan ditemukan mengapung di Sungai Sangatta tepatnya di Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur, belakangan kemudian diketahui ternyata di sungai tersebut merupakan kawasan habitat Orang Utan karena masuk kawasan Hutan Taman Nasonal Kutai (TNK).

Berdasarkan data COP, bahwa selama bulan Mei ini, tercatat ada 2 ekor Orang Utan yang mati akibat mendapatkan kekerasan. Dua hari setelah menemukan Orang Utan yang mengapung di sungai, warga setempat kemudian menemukan salah satu Orang Utan yang terkena jerat di Desa Kandolo Kecamatan Teluk Pandan Kutai Timur. Meski sempat dirawat namun pada 6 Mei 2016 Orang Utan tersebut akhirnya mati akibat banyaknya luka yang dialaminya.

“Kasus kedua kami menemukan Orang Utan yang terkena jerat, bahkan setelah dilakukan pemeriksaan mendalam di bagian tubuh Orang Utan ternyata banyak butir peluru senapan angin, sedikitnya kami menemukan 4 butir peluru di tubuh Orang Utan,” tambahnya.

Kepala BKSDA Kaltim Sunandar saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan investigasi, selain itu dirinya juga sudah melakukan koordinasi kepada petugas Kepolisian setempat agar pelaku secepatnya ditangkap.

“Yang jelas kami sangat menyayangkan apa yang terjadi pada Orang Utan tersebut, kami sudah menurunkan tim. Dan kami juga sudah berkoordinasi kepada petugas Kepolisian, semoga pelaku secepatnya tertangkap,’’ bebernya. (Gladis)

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password