Indonesia Darurat Kekerasan Seksual Pada Anak

Ratusan warga Samarinda gelar aksi simpati terhadap korban perkosaan dan pembunuhan Yuyun. (foto:Gladis)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Koordinator aksi gerakan Save Our Sister (SOS) Mey  Christy menyebut peristiwa yang menimpa Yuyun merupakan bencana nasional,  karena menurutnya sepanjang sejarah Indonesia kejadian pemerkosaan yang paling biadab adalah yang terjadi pada yuyun.

“Saya kira ini adalah bencana Nasional, di mana Yuyun yang masih belia diperkosa oleh 14 orang laki-laki. Bukan itu saja, bahkan usai diperkosa korban dibunuh,” ujar Mey usai menggelar aksi nyalakan lilin di Tepian Jln Gajah Mada Samarinda.

Dengan peristiwa yang terjadi pada Yuyun, ia menilai seharusnya pemerintah menyatakan bahwa Indonesia darurat kekerasan seksual, karena banyaknya korban kekerasan seksual yang melibatkan anak di bawah umur seperti kasus terbaru yakni di Lampung dan Manado.

“Dalam waktu yang beriringan kejadian kekerasan seksual bukan saja menimpa Yuyun, akan tetapi korban terbaru adalah siswi di Lampung atas nama Mastiana, bahkan di Manado ada perempuan yang di gilir 19 laki-laki,”  tambahnya.

Dengan aksi menyalakan lilin untuk Yuyun, merupakan bentuk mengkampanyekan Gerakan Save Our Sister (SOS), gerakan Nasional untuk mengecam  dan menolak  kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.

Untuk hukuman 10 tahun yang dijatuhkan kepada para pelaku itu dinilai tidak sebanding dengan apa yang diterima Yuyun, seharusnya para pelaku mendapatkan hukuman yang bisa memberikan efek jera.

“Hukuman 10 tahun atau 15 tahun itu sangat tidak sebanding dengan apa yang di terima yuyun,” pungkasnya. (Gladis)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password