Ponaryo : PBFC Klub Terakhir Saya

Ponaryo Astaman menjadikan PBFC sebagai klub terakhir dalam karirnya sebagai pemain Bola. (foto:ahmad)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Di dunia Sepak Bola, berpindah-pindah klub bukanlah hal yang tabu. Beberapa faktor membuat seorang pemain sering berpindah klub mulai dari finansial, frekuensi bermain, sampai pada alasan klub idola masa kecil.

Di Eropa, beberapa pemain memilih tetap bertahan di klub dan menjadi One Man One Club. Sebut saja Paolo Maldini (AC Milan), Fransesco Totti ( AS Roma), Ryan Gigs, Paul Scholes (Manchester United) memilih membela satu tim selama berkarir.

Namun hal serupa sangat jarang terjadi di Indonesia. Jangankan bertahan untuk satu klub, pemberian kontrak jangka panjang pada seorang pemain saja jarang terjadi. Hal serupa juga terjadi pada kapten PBFC, Ponaryo Astaman. Ponaryo tercatat sebagai pemain yang kerap berganti klub. Klub-klub elit tanah air pernah dibelanya seperti Arema, Persija, Sriwijaya, PSM dan beberapa klub lain.

Namun di usianya yang sudah menginjak 36 tahun, pemain kelahiran Balikpapan ini tidak lagi memikirkan untuk berganti klub lagi. Hal ini ia sampaikan sebelum membela Pesut Etam melawan Persib Bandung (7/5/2016) lalu.

“Saya tidak memikirkan untuk melanjutkan karir di klub lain. Saya kira PBFC akan jadi klub terakhir saya,” sebutnya.

Sebagai proyek jangka panjang, Ponaryo memilih menjadi pelatih Sepak Bola di masa depan.

“Saya sudah memiliki lisensi B AFC, jadi kita lihat ke depannya saja,” tutupnya.

Tentunya keputusan Ponaryo ini akan disambut gembira Pusamania karena meski di usia yang tak lagi muda, Ponaryo tetap menjadi pilihan utama untuk mengawal lini tengah Borneo FC. (Ahmad)

 

 

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password