Bangun Perbatasan Tidak Cukup Hanya Infrastruktur dan Keamanan

Pintu gerbang dari pelabuhan memasuki Ujoh Bilang ibu kota Mahakam Ulu. (foto:LVL/2014)

DETAKKaltim.Com, JAKARTA : Kepala Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltim Frederik Bid menegaskan, membangun perbatasan tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur dan keamanan, tetapi juga harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Perbatasan itu memiliki nilai strategis nasional. Jadi, dalam mengelola perbatasan itu bukan hanya infrastruktur dan keamanannya. Tapi, perlu juga kesejahteraan masyakarat itu sendiri,” kata Frederik usai rapat Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2016 di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (2/5/2016).

Menurutnya, sebelum pemekaran Kabupaten Mahakam Ulu menjadi wilayah perbatasan di Kaltim, bantuan dana dari pemerintah pusat dinilai masih sangat minim.

“Namun, setelah adanya pemekaran, maka kucuran dana secara otomatis akan mengarah ke Kabupaten Mahakam Ulu yang menjadi wilayah perbatasan di Kaltim. Selanjutnya, daerah tinggal menyiapkan sumber daya manusia, sarana infrastruktur dasar dan penunjang lainnya. Apalagi, Kabupaten Mahakam Ulu sangat terisolir,” katanya.

Mengenai anggaran yang diusulkan untuk pembangunan infrastruktur terutama jalan di perbatasan, Frederik mengatakan bahwa jalan perbatasan terutama jalan yang akan dibangun oleh pemerintah pusat adalah jalan baru untuk koneksivitas antara Provinsi Kalbar-Kaltim dan Kaltara.

“Padahal, sudah ada jalan tembus menuju Kaltara. Seharusnya, jalan itu diarahkan antara desa dengan kecamatan, kecamatan dengan kabupaten dan antar kabupaten,” katanya.

Frederik menambahkan, bahwa untuk prioritas seharusnya dibangun untuk transportasi darat dari Ujoh Bilang yang merupakan ibukota Kabupaten Mahakam Ulu, ke Kabupaten Kutai Barat agar biaya kebutuhan dasar masyarakat dapat dijangkau dengan biaya yang tidak terlalu tinggi.

“Harus kita dahulukan pembangunan jalan darat antar kabupaten tersebut. Karena ini menentukan mahalnya harga kebutuhan sembako masyarakat di Mahakam Ulu yang selama ini mengandalkan transportasi sungai,” katanya.

Mengenai minimnya anggaran untuk perbatasan, Frederik mengatakan bahwa minimnya anggaran bukan berarti patah semangat dalam membangun wilayah perbatasan.

“Kalau anggaran sedikit, lebih baik bangun jembatan. Karena jalan kan sudah ada. Tinggal pemeliharaan jalan saja. yang jelas, paling penting di perbatasan itu adalah koneksivitas desa-kecamatan, kecamatan-kabupaten dan antar kabupaten. Itu yang paling penting,”  tandasnya. (rus)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password