Subsidi Penerbangan Perbatasan Dipastikan Mengalir

Tirusel,STP, Kepala Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal Kabupaten Malinau. (foto:fen)

DETAKKaltim.Com, MALINAU : Subsidi penerbangan pada jalur perbatasan Kabupaten Malinau, dipastikan telah mengalir pada Bulan Maret kemarin. Demikian diungkapkan Kepala Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal Kabupaten Malinau, Tirusel, Senin (25/4/2016) di ruang kerjanya.

Penerbangan bersubsidi yang melayani jalur tersebut diakuinya sempat mengalami penundaan pada armada MAF, akibat kendala perijinan penerbangan.

“Terkait dengan penerbangan subsidi ini, kemarin itu sempat mengalami penundaan. Namun yang pasti itu sudah selesai dan sekarang sudah bisa terbang melayani jalur penerbangan yang ada di daerah ini,” tutur Tirusel.

Yang jelas, lanjut Trusel, setelah Pemerintah Daerah Malinau melakukan pengurusan perijinan dan pelelangan, MAF dapat kembali melayani penerbangan di daerah Kabupaten Malinau. Baik  terhadap penerbangan bersubsidi maupun reguler, sesuai dengan jadwal penerbangan yang ada.

Penerbangan bersubsidi  dari 2 armada, MAF dan SUSI AIR dipastikan berjalan hingga pada akhir Bulan Oktober 2016, dan berlanjut dengan anggaran APBDP Malinau hingga pada akhir Bulan Desember.

Pelayanan penerbangan bersubsidi di Malinau meliputi 7 daerah, Long Pala, Long Alango, Pujungan, Kayan Hilir, Kayan Hulu, Kayan Selatan dan Sungai Boh.

Menurutnya, kendala yang terjadi pada pelayanan penerbangan bersubsidi, selain dari faktor alam juga terdapat dalam proses pelelangan, kegiatan intern armada dan perijinan dari tingkat pusat. Sementara subsidi penerbangan tidak melayani angkutan barang.

“Selain cuaca juga ada proses pelelangan dan ijin lainnya. Kalau maunya saya, tidak perlu lama dan besok sudah bisa terbang. Namun semua itu juga ada ketentuan yang mengatur,” paparnya.

Pelayanan yang dilakukan armada penerbangan ini lebih kepada penumpang yang emergency sebagai proritas utama, sebagai mana dalam kerja sama antara Pemerintah Daerah dan pihak penerbangan.

“Ya, itu seperti orang yang sakit dan meninggal. Itu yang lebih diutamakan oleh armada ini,” tandasnya.

Patokan harga subsidi penerbangan pada daerah perbatasan sebesar Rp350, baik dari daerah perbatasan maupun dari Ibukota Kabupaten Malinau. (fen)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password