CATATAN : Tim Sepak Bola PON Kaltim, Muda dan Berbahaya

Tim Sepak Bola Kaltim persiapan PON XIX 2016 di Bandung, Jawa Barat.

DI tengah upaya Kaltim untuk masuk jajaran lima besar di PON Jabar 2016, Cabor Sepak Bola mungkin bisa memberi kesejukan. Akan berlaga di kontes empat tahunan sebagai juara bertahan, tim Sepak Bola PON Kaltim terus menggeber persiapan dengan menggelar uji coba dengan tim-tim yang memiliki kelas jauh di atas mereka. Pada turnamen Piala Gubernur Kaltim 2016 lalu, aksi anak asuh Eddy Simon Badawi tidak mengecewakan. Meski takluk atas Surabaya United, tim PON Kaltim berhasil mengalahkan tim kuat Semen Padang dan kalah tipis atas Persiba Balikpapan lewat aksi heroik penjaga gawang Beruang Madu.

Lama tak terdengar gaungnya, Tim PON Kaltim kemudian datang menjadi penantang bagi Mitra Kukar dalam persiapan Tim Naga Mekes menghadapi Torabika Soccer Championship. Hasilnya? Di luar dugaan! Di babak pertama di mana kedua tim sama-sama menurunkan pemain terbaiknya, Mitra Kukar dikejutkan dengan efektivitas punggawa muda Benua Etam. Menghadapi nama-nama tenar seperti Bayu Pradana, Asri Akbar, Rodrigo, Marlon, Artur, Michael Orah dan sederet pemain bintang Mitra Kukar, nyatanya nyali mereka tidak ciut sama sekali. Selama 45 menit babak pertama, Tim PON Kaltim unggul 2-1 atas armada Subangkit. Ini menjadi pembuktian bahwa mereka punya potensi besar.

TIM
Tim PON Kaltim mendengar instruksi pelatih saat jeda pertandingan melawan Mitra Kukar. Pertandingan berkesudahan 5:3 untuk kemenangan Mitra Kukar. (foto: Ahmad Agus Arifin)

Meski di babak kedua, setelah kedua tim melakukan rotasi pemain Mitra Kukar berbalik unggul dengan skor akhir 5-3, upaya Tim PON Kaltim patut diberi apresiasi tinggi. Setidaknya mereka membuktikan bahwa tim tersebut memiliki skill dan mental yang luar biasa.

Tapi di balik kegemilangan tersebut, terselip satu kekhawatiran. EMOSI. Dalam kondisi pertarungan yang sengit nan keras, para pemain muda Kaltim belum mampu mengontrol emosi mereka. Apa yang terpampang pada laga melawan Mitra Kukar menjadi bukti terakhir. Pada satu momen di mana sang wasit memberi hadiah penalty kepada Mitra Kukar karena menganggap salah satu pemain PON Kaltim melakukan hands ball, mereka melakukan aksi protes yang sangat tidak pantas dipertontonkan.

Bukan hanya menantang sang pengadil lapangan adu argumen, tapi juga menantang adu fisik. Bukan hanya satu pemain, tapi nyaris satu tim. Praktis hal ini membuat penonton di tribun geleng-geleng kepala. Beberapa di antaranya ikut terprovokasi. Gawat! ya, gawat. Bagaimana mungkin mereka sampai menantang pengadil lapangan untuk berkelahi?.

Memang mengendalikan emosi di laga tersebut tidaklah mudah, pertandingan memang cenderung kasar. Kedua tim silih berganti melanggar pemain lawan secara kasar. Meski pun laga tersebut hanyalah sebatas laga uji coba.

Tapi sepanas apa pun laga Sepak Bola, sekeras apa pun permainan, setidakadilnya sang pengadil, tindakan semacam itu sangatlah tidak pantas. Karena Sepak Bola adalah olah raga paling populer sejagat yang mampu menularkan spiritnya hingga keluar lapangan. Karena Sepak Bola adalah olah raga yang mengedepankan seni olah Bola yang cantik dan menawan, bukan aksi saling jotos layaknya olah raga Tinju.

Beruntung, pada laga tersebut sang wasit enggan mengeluarkan kartu merah. Jika berlaku sebaliknya, tentu kerugian akan didera seisi tim. Sudah sangat jelas bahwa hilangnya beberapa pilar akan mempengaruhi hasil akhir.

Ini mungkin hanya hal sepele, tapi jika dibiarkan begini terus, prestasi Tim Sepak Bola PON Kaltim menjadi taruhannya. Sudah barang pasti, semua warga Kaltim memiliki harapan yang teramat besar pada tim ini. Karena dalam setiap kontes olah raga, pasti trofi Sepak Bola lah yang sangat diharapkan mengingat gengsi yang teramat besar.

Lalu apa kesimpulannya? Tim Sepak Bola PON Kaltim tidak bisa dipungkiri memiliki kemampuan sangat mumpuni dan menjadi kandidat kuat sebagai jawara cabor Sepak Bola di PON Jabar mendatang. Tapi skill yang mumpuni saja tidak cukup. Pengendalian mental dan emosi juga tak kalah pentingnya ditaklukkan, untuk menopang kemampuan besar tadi.

Masih ada waktu untuk memperbaiki. Semua masyarakat Kaltim ada di belakang tim ini untuk menjadi yang terbaik. Untuk menjadi tim yang muda dan berbahaya! (Ahmad)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password