Sukses Panen Raya, Baznas Kukar Berhasil Kelola CSR

Kolam Terpal budidaya Ikan Lele di Dusun Loa Gagak, Kecamatan Loa Kulu melalui program Zakat Community Development (ZCD). (foto:Baznas Kukar)

DETAKKaltim.Com, TENGGARONG : Badan Zakat Nasional (Baznas) Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur berhasil menjalankan program Zakat Community Development (ZCD) berupa budidaya Ikan Lele, di Dusun Loa Gagak, Kecamatan Loa Kulu.

“Program ini berjalan hampir dua tahun, bahkan sudah berhasil panen raya pada Maret 2016 tadi,” ujar Ketua Tim Pelaksana Program ZCD Baznas Kukar, Ihsan Muslim, Rabu (13/4/2016).

Ihsan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dari Coorporate Social Resposibility (CSR) yang sumber dananya dari Baznas Kukar, Baznas Kaltim dan Baznas Pusat.

Tujuan kegiatan itu, menurut Ihsan, untuk ikut membentuk desa mandiri dan sejahtera.

Dikatakannya, ada sebanyak 20 kepala keluarga (KK) yang menjadi mustahiq atau penerima manfaat yang dibina dalam program ZCD di Loa Gagak itu, yang mengelola lahan seluas 3 hektar untuk budidaya Lele.

“Kami membantu baik modal maupun pembinaan bagaimana menjalankan usaha budidaya Lele, yang memang menjadi keinginan para penerima manfaat program ini,” ujarnya.

Ihsan mengatakan, program yang dijalankan pada kegiatan itu terdiri dari sektor pendidikan, keagamaan, kesehatan hingga di sektor ekonomi. Khusus untuk ekonomi, dibentuk usaha-saha tani terpadu yang mengelola Perkebunan, Perikanan hingga Peternakan.

“Sehingga selain usaha budidaya Ikan Lele, juga ada budidaya Cabe Hibrida, sedangkan bidang Peternakan kita fokus pada usaha Ayam Boiler dan Big Boiler,” ujarnya.

Setelah itu, menurut Ihsan, keuntungan dari hasil usaha tersebut  dibagi dua, yaitu 50 persen disisihkan untuk para mustahiq dan sisanya 50 persen lagi diserahkan ke koperasi syariah untuk diputar lagi sebagai modal usaha.

“Karena program perdana ini sukses, maka ke depannya pada tahap kedua akan ada penambahan mustahiq dari 20 KK menjadi 50 KK untuk menjalankan usaha terebut,” ungkap Ishan.

Ditambahkannya, program itu nantinya berjalan selama 5 tahun dan ketika para mustahiq ini benar-benar sudah mandiri maka pengelolaannya diserahkan kepada mereka sendiri, tidak lagi dilakukan oleh Tim Pelaksana Program ZCD.

“Jika sudah dianggap mandiri, maka kita akan buka program baru di dusun atau desa yang lain lagi,” demikian ujarnya. (HA)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password