Pecat Kader Kritis, PKS Batasi Kader Berekspresi

Ilustrasi

DETAKKaltim.Com, JAKARTA : Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memecat dua kadernya yang berada di DPR RI, Fahri Hamzah dan Gamari Sutrisno. Menanggapi hal tersebut, peneliti Sigma, Imam Nassef menilai adanya pertarungan faksi di internal PKS.

“Pertama mungkin ini kan PKS ada pergantian pengurusan. Dulu di PKS ada dua faksi. sekarang yang mimpin sekarang faksi beda,” ujar Nassed kepada Okezone, Sabtu (9/4/2016).

Perbedaan kepemimpinan tersebut, lanjut Nassef, membuat PKS menjadi partai yang cenderung tertutup dengan tidak memperbolehkan kadernya untuk mengeluarkan kritik. Terlebih pimpinan saat ini lebih berorientasi pada citra kader yang santun.

“Kalau dulu Anis Matta cs, sekarang lain. Ada beda dari situ, dari segi karakter, visi dan misi. Kalau dulu kader lebih bebas, sekarang lebih ketat tidak boleh terlalu kritis, mereka ingin lebih santun,” imbuhnya.

Alhasil, pola kepemimpinan tersebut bisa membawa kekhawatiran bagi kader PKS. Apalagi, jika mereka ingin menyuarakan aspirasi konstituennya yang bisa saja berbeda dengan pemikiran partai. Nassef menilai, hal tersebut juga menjadi problem tersendiri bagi para kader yang terpilih di DPR.

“Akhirnya, kan istilahnya kekhawatiran tersendiri bagi kader. Ketika misal sebenarnya ingin suarakan aspirasi secara kritis, jika tidak sejalan dengan partai kena sanksi bisa pemberhentian. Nah, soal recall ini problematis, disatu sisi nih misal DPR terpilih representasi konstituen. jadi tidak suara partai. misal Fahri, konstiuennya NTB, apakah mereka (pemilih) sama dengan PKS. Kan tidak semua konstituen PKS. Ini jadi problematis kalau diganti,” tukasnya. (Sumber : Okezone.com)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password