KTR Harus Didukung Semua Instansi

Ketua Pansus Kawasan Tanpa Rokok DPRD Kaltim Baharuddin Demmu memimpin rapat KTR. (foto:S2)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Ketua Pansus Kawasan Tanpa Rokok DPRD Kaltim Baharuddin Demmu mengatakan, agar Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) terlaksana maksimal, dibutuhkan dukungan semua pihak khususnya seluruh instansi pemerintah.

“Seluruh SKPD terlebih yang berkaitan nantinya harus membuat program yang intinya mengakomodir kawasan tanpa rokok. Ini dimaksudkan agar jangan sampai ketika sudah disahkan malah tidak jalan,”ucap Demmu ketika memimpin rapat internal Pansus KTR yang dihadiri anggota pansus Syarifah Fatimah Alaydrus, Ahmad Rosyidi, Herwan Susanto, Rusianto, Rita Artaty Barito dan Yakob Manika, Senin (28/3/2015).

Dicontohkan, misalnya larangan untuk tidak merokok di kendaraan umum karena instansi yang berwenang adalah Dinas Perhubungan, maka harus membuat program. Salah satunya sosialisasi kepada seluruh sopir taksi dan angkot hingga melakukan razia berkala.

Menurut Demmu, semangat dari Raperda ini adalah guna menciptakan pribadi yang sehat melalui lingkungan bebas asap rokok. Pasalnya, tanpa sadar setiap perokok menularkan racun kepada orang di sekitarnya yang dikhawatirkan ada anak-anak dan wanita hamil.

“Sejauh ini Kaltim baru memiliki payung hukum berupa Peraturan Gubernur Nomor 1 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Oleh sebab itu agar lebih kuat dan mampu menjadi dasar bagi kabupaten/kota dalam menciptakan peraturan yang sama,”kata Demmu.

Hal senada diutarakan Anggota Pansus KTR DPRD Kaltim Rita Artaty Barito. Ia menyebutkan rokok mengancam kesehatan generasi muda baik saat sekarang maupun akan datang. Jika tidak ada aturan yang membatasi dan program yang menyadarkan maka dipastikan jumlahnya akan terus bertambah.

Seperti diketahui, data menunjukkan usia awal merokok di Kaltim berada dalam usia sangat muda, yaitu 5-9 tahun. Ini jauh di bawah angka rata-rata usia perokok nasional yang masih berada di usia 15-24 tahun. Hal ini menunjukkan remaja usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok tertinggi di Kaltim.

“Kalau kita lewat simpangan lampu merah terutama malam hari di beberapa tempat, terlihat anak SD sedang asyik mengisap rokok secara berkelompok. Kondisi ini diperparah dengan paham kalau merokok itu keren, kan ini sudah parah sekali,”jelas Rita.(S2)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password