Kepala BPS RI Beri Arahan BPS Kaltim Jelang Sensus Ekonomi 2016

Kepala BPS Pusat Suryamin (2 kiri) bersama Kepala BPS Kaltim. (foto:cuk)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Pendataan ekonomi terutama yang terlibat aktif sebagai pelaku usaha, menjadi salah satu acuan bagi pemerintah dalam menentukan regulasi terkait. Sebagai salah satu instrumen dalam pengumpulan informasi data, pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) yang akan berlangsung 1-31 Mei nanti.

Meninjau kesiapan pelaksanaan SE ini di Kaltim, Sabtu (26/3/2016), Kepala BPS RI Suryamin, hadir langsung memberikan pengarahan kepada jajarannya di provinsi ini. Ditemui usai memberi arahan tersebut, Suryamin menyebutkan, SE sebagai upaya pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ekonomi nasional. Karena yang akan didata nanti mencakup seluruh sektor pelaku usaha, mulai dari skala kecil hingga perusahaan besar.

Namun disadarinya, pengumpulan informasi ini bukan tanpa kendala. Salah satunya adalah kekhawatiran perusahaan dalam memberikan informasi yang terkait dengan data rahasia. Padahal, menurut Suryamin, perlindungan data individu perusahaan ini sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997, tentang statistik. Sehingga diharapkan perusahaan tidak perlu khawatir informasi yang bersifat rahasia ini akan dipublikasi.

“Jadi nanti yang akan kita buka di publik itu hanya berupa data agregat, seperti berapa banyak jumlah industri dan tenaga kerja yang terserap dalam sebuah wilayah,” terang Suryamin.

Selain itu, terkait kendala di atas, menurut Suryamin lagi, pihaknya sudah mendapatkan jaminan dari pimpinan-pimpinan asosiasi pengusaha. Di mana dengan semakin berkembangnya tekonologi IT, era transparansi perusahaan terhadap laporan data umum menjadi semakin mudah. Dengan demikian, kekhawatiran akan kesulitan ini nanti bisa diatasi.

Lebih jauh, Suryamin juga meyakini kondisi struktur ekonomi nasional saat ini banyak mengalami perubahan. Hal itu tak lepas dari mulai tumbuhnya jenis usaha berbasis aplikasi internet. Yang mana ini juga menjadi sasaran petugas cacah, sebagai potensi yang mempengaruhi pergerakan ekonomi nasional.

Selanjutnya, Suryamin juga mengimbau kepada perusahaan-perusahaan untuk bersedia meluangkan waktu, saat petugas SE mendatangi tempat mereka. Dijamin pula bahwa pertanyaan yang diajukan dalam kuisoner ini akan sangat mudah, dan tidak memerlukan waktu lama untuk pengisiannya.

Sementara itu, sehubungan dengan kesiapan Kaltim dalam mensukseskan SE ini, disampaikan oleh Kabag TU BPS Kaltim, Zaini. Menurut Zaini, saat ini BPS telah merekrut lebih dari 5.400 petugas sensus yang tengah diberi pelatihan. Jumlah itu tersebar di beberapa kabupaten/kota, dengan 1.400 di antaranya bertugas di Samarinda sebagai pusat ekonomi daerah serta berpenduduk terbanyak. Disusul Balikpapan dengan 1.200 petugas dan Kukar 900, serta yang paling sedikit di Kabupaten Mahulu yang hanya memerlukan puluhan petugas cacah.

Kemudian, untuk menghindari adanya pendataan ganda atau yang terlewat, instrumen kerja dibagi dengan menerapkan zona wilayah. Di mana dengan begitu, setiap petugas sensus telah memiliki dan mengetahui cakupan wilayah kerjanya. (cuk)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password