RSUD AM Parikesit Terus Mengevaluasi Program Simari

RSUD AM Parikesit (doc humas RSUD AM Parikesit)

DETAKKatlim.Com, TENGGARONG : Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur  terus mengevaluasi Sistem Informasi Admisi Rumah Sakit (Simari), yang merupakan salah satu aplikasi  andalan dalam sistem pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD A M Parikesit, dr Martina Yulianti mengatakan bahwa masyarakat sudah bisa mengetahui apakah ada bed kosong atau tidak dengan mengunjungi websitehttp://www.rsamp.id/, lalu membuka menu layanan Simari

“Saat ini Simari menunjukkan performance yang baik dalam memberikan informasi ketersediaan bed atau tempat tidur bagi pasien yang akan menjalani rawat inap,” ujar Martina setelah melakukan evaluasi terhadap performance SIMARI bersama jajaran management, Kamis (17/3/2016).

Martina mengatakan, bahwa pihak management RSUD AM Parikesit sangat memperhatikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Kukar, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu dengan menyediakan 171 tempat tidur untuk kelas 3 atau 46 persen dari jumlah total tempat tidur yang tersedia.  Jumlah tersebut menurutnya melampaui standard Permenkes nomor 56 Tahun 2014 yang menetapkan standard sebesar 30 persen dari total tempat tidur tersedia.

Bahkan menurutnya, kebijakan RSUD AM Parikesit tentang pelayanan kelas 3 dituangkan dalam SK Direktur No. 445/012/180/188.43/2016 Tanggal 1 Februari 2016, menyatakan bahwa pasien kelas 3 bisa ditempatkan untuk sementara waktu di kelas di atasnya apabila ruangan kelas 3 penuh dengan tarif standard kelas 3.

Lebih lanjut Martina menyebutkan, berdasarkan evaluasi Simari sebelumnya, didapatkankan data yang berpola bahwa daftar tunggu untuk kelas VIP adalah 3 hari, kelas 1,2, dan 3 adalah 1-2 hari. Dari situasi tersebut banyak warga Kukar yang menginginkan privacy dengan fasilitas single bed, lebih memilih untuk menjalani rawat inap di Samarinda.

“Dari kondisi ini kami memandang perlu melakukan penataan ulang ruang rawat guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan untuk menjawab berbagai permasalahan dari jauhnya jarak jika warga Tenggarong dan sekitarnya berobat ke kota lain,” ujarnya.

Martina menambahkan pihaknya sangat menghargai kritik dan saran dari masyarakat dan stakeholders untuk dapat meningkatkan performance pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. Untuk itu menurutnya, perlu kerjasama yang solid dan pentingnya penegakan disiplin bagi tenaga medis dan menajemen RSUD AM Parikesit.

Kritik dan saran maupun laporan warga dapat disampaikan melalui website www.rsamp.id dan pada social media di facebook dan twitter RSUD AM Parikesit.

“Hal ini merupakan bagian dari implementasi reformasi birokrasi yang telah digalakkan di Kukar,” demikian ujarnya. (HA)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password