Sering Dianiaya, Nur Kabur dari Rumah

Nur (foto:MS44)

DETAK Kaltim.Com SAMARINDA : Kekerasan anak di bawah umur terjadi kembali di wilayah Kelurahan Dadi Mulya Kecamatan Samrinda Ulu, Kalimantan Timur.

Nur Hasanah (15) kabur dari rumah ayah kandungnya Misran lantaran sering mengalami kekerasan yang dilakukan ayahnya sendiri.

Berawal dari warga yang melihat Nur sering mondar mandir dan kadang juga tidur di mushala langsung melaporkan ke Ketua RT di daerah Kelurahan Dadi Mulya.

Melihat kondisi Nur Ketua RT langsung menitipkan Nur di rumah makan Hery Crab Jalan Pahlawan. Beruntung pemilik rumah makan tersebut mau menampung Nur.

Selama 3 hari Nur berada di rumah makan Hery Crab dan ikut juga membantu pemilik kalau lagi jualan.

Diketahui alasan Nur pergi dari rumah karena selalu dipukul oleh ayah kandungnya. Sementara Nur sendiri dirawat oleh ayahnya sejak umur 2 tahun pada saat orang tuanya bercerai.

Nur yang berkeinginan mau tinggal bersama ibu kandungnya selalu dilarang oleh ayahnya.

Yang menjadikan Nur kabur dari rumah selain dia sering dipukul oleh ayahnya, nur juga takut ancaman ayahnya yang akan melaporkan ibunya ke Polisi karena menculik nur.

“Saya kabur sudah 3 hari, karena bapak selalu pukul saya dan mengancam ibu mau dilaporkan Polisi karena dituduh menculik saya,” ungkap Nur.

Nur yang berkeinginan bertemu ibu kandungnya akan dibantu oleh Dinas Sosial Samarinda.

Dari laporan warga bahwa ada anak terlantar langsung Ketua RT melaporkan ke Kelurahan Dadi Mulya, dan laporan tersebut disampaikan ke Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Bukan hanya sampai ke PSM saja, laporan tersebut langsung disampaikan ke Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Samarinda Ulu dan langsung menghubungi pihak dari Dinas Sosial Kota Samarinda.

Dari laporan tersebut perwakilan Dinas sosial Samarinda bersama perwakilan TKSK mendatangi Nur.

Rencana Nur ingin bertemu ibu kandungnya nanti akan terwujud dengan didampingi oleh perwakilan Dinas Sosial dan TKSK.

“Setelah kita tahu keterangan kenapa Nur kabur dari rumah, maka nanti kita akan temukan Nur bersama ibu kandungnya,” ungkap Yuliana Abdullah salah satu pengurus TKSK Samarinda Ulu.

Dihimpun oleh wartawan DETAKKaltim.Com di lokasi, ternyata Nur sudah putus sekolah sejak Kelas 5 SD dan kalau sekolah sekarang sudah kelas 2 SMP. (MS44)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password