HPSN 2016, Plastik Wajib Berbayar

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Wali Kota Balikpapan meresmikan program pengurangan penggunaan plastik dan plastik berbayar yang menjadi salah satu agenda Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016 di Kelurahan Gunung Bahagia, Rengganis Balikpapan Selatan, Minggu (21/2/2016). Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Balikpapan, Ketua Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan (PPPEK), Muspida, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.
Program pengurangan penggunaan plastik dan plastik berbayar ini merupakan program Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertujuan menekan laju penggunaan sampah plastik yang diketahui mencapai 8,8 ton per tahunnya. Sebagaimana diketahui bahwa jenis sampah berbahan plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu penguraian 10-12 tahun lamanya.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi antusias menyambut program Pemerintah Pusat melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menekan limbah plastik yang selama ini menjadi pekerjaan rumah di setiap Daerah di Indonesia. Wali Kota mengungkapkan bahwa program ini dapat menekan penggunaan plastik di Kota Balikpapan, dimana standarisasi plastik berbayar yang diterapkan di Kota Balikpapan sejumlah Rp 1.500,- dapat ,menjadi syarat pengurangan penggunaan plastik di Kota Balikpapan. “Mulai hari ini penjualan di setiap retail dan toko-toko mulai diberlakukan plastik berbayar, jumlahnya sebesar Rp 1.500,-. Semoga harga tersebut tidak memberatkan masyarakat Balikpapan, dan menyikapinya dengan tindakan pengurangan penggunaan plastik. Daerah kita cukup murah dalam menjalankan program plastik berbayar ini, dimana di daerah lain seperti Jakarta harganya mencapai Rp 5.000,-“, ujar Wali Kota.

Walikota BalikpapanRizal Effendi. (foto: www.kapefm.com)
Walikota BalikpapanRizal Effendi. (foto: www.kapefm.com)

Wali Kota Menambahkan bahwa program tersebut mulai disosialisasikan untuk pertama kalinya di Super Market GIANT jalan MT. Haryono dan diharapkan pusat perbelanjaan lainnya dapat menyusul. “Saya menghimbau seluruh masyarakat Balikpapan untuk mendukung program pengurangan penggunaan plastik dan plastik berbayar ini. Bagi masyarakat yang ingin berbelanja diharapkan membawa tas/kantong belanja dari rumah yang tidak berbahan plastik”, tambahnya.
Pada acara kali ini Balikpapan menjadi salah satu kota dari 4 kota yang terpilih untuk melakukan teleconferencedengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, dimana pada kesempatan yang samateleconference tersebut dilakukan di kota Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Balikpapan menjadi salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur yang terpilih untuk melakukan teleconference dalam rangka menerima intruksi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menekan laju penggunaan plastik dan melakukan program plastik berbayar.
Ketua PPPEK Tri Bangun Leksana sangat mengapresiasi program yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Balikpapan, menurutnya ini merupakan program yang sangat luar biasa yang dijalankan Kota Balikpapan. “Balikpapan sangat luar biasa, diantara kota-kota besar lainnya di Indonesia, Balikpapan terpilih menjadi salah satu kota yang menjalankan program ini. PPPEK akan selalu memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Balikpapan dalam menjalankan program ini, nantinya PPPEK akan menerbitkan buku mengenai Kota Balikpapan bebas sampah”, ujar Sony (panggilan akrab).
Di tengah-tengah acara Wali Kota juga menyaksikan bagaimana pemisahan sampah dilakukan di rumah pilah sampah dengan memisahkan jenis-jenis sampah seperti sampah berbahan plastik, sampah berbahan kertas/kardus, sampai sampah basah. Selain itu, ada pula presentasi pengolahan sampai menjadi bahan bakar oleh Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Kota Balikpapan. Wali Kota mengungkap bahwa inovasi seperti ini harus terus dikembangkan untuk menyikapi permasalahan sampah dan mendukung program Indonesia bebas sampah 2020. (hms/ecs/ Humaspro)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password